" Milikilah hati yang penuh dengan belas kasihan akan Jiwa-jiwa yang belum mengenal KASIH Tuhan Yesus Kristus "

I Yohanes 1:9
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 72; Markus 16; Bilangan 27-28

Corrie Ten Boom menceritakan kisah tentang seorang gadis kecil yang memecahkan salah satu cangkir kesayangan ibunya. Gadis kecil itu mendatangi ibunya sambil terisak, "Oh, Ibu, aku sangat menyesal telah memecahkan cangkirmu yang indah."

Ibunya menjawab, "Ibu tahu kau menyesal dan ibu memaafkanmu. Sekarang jangan menangis lagi." Ibu itu lalu menyapu potongan-potongan cangkir yang pecah tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Tetapi, si gadis kecil menikmati perasaan bersalahnya. Ia menghampiri tempat sampah itu, mengambil potongan-potongan cangkir, membawanya ke ibunya sambil terisak, "Ibu, aku sangat menyesal telah memecahkan cangkir cantikmu."

Kali ini ibunya menjawab dengan tegas, "Ambil potongan-potongan itu dan masukkan kembali ke tempat sampah. Jangan bertindak bodoh dengan mengambilnya lagi. Ibu sudah bilang Ibu memaafkanmu, jadi jangan menangis lagi..."

Jangan terus berpegang pada perasaan bersalah Anda. Jika Anda sudah mengakui dosa-dosa Anda pada Kristus itu berarti Dia sudah mengampuni dan menyingkirkan dosa-dosa Anda selamanya.

Kematian Yesus telah membuat hidup kita yang awalnya berlumur dosa berubah menjadi bersih tak bernoda.


[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Jumat, 12 Maret 2010 Posted in | | 0 Comments »

Matius 7:24
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 136; Yohanes 13; Ratapan 4-5

Suatu hari seorang anak diberi tahu oleh ayahnya agar tidak berlarian terlalu kencang karena nanti ia akan jatuh. Si anak ini tidak mengindahkan nasihat orang tuanya. Ia terus berlari dengan kecepatan yang sama hingga tanpa ia sadari kakinya terantuk batu kecil. Seperti layaknya reaksi anak kecil yang mengalami kecelakaan, ia pun menangis dengan sekeras-kerasnya. Ayahnya mendatangi si anak dan menenangkannya agar tidak menangis lagi. Itulah akibat bila tidak mengindahkan nasihat dari orang tua.

Banyak dari orang Kristen saat ini melakukan apa yang seperti anak kecil diatas. Mereka cuek dengan Firman Allah dan hanya mengerjakan yang menurut mereka baik. Saat pemberitaan kabar baik diberitakan di hari minggu, mereka hanya mendengarnya saja. Begitu ibadah itu selesai, mereka pun lupa dengan apa yang dikatakan oleh pendeta di kebaktian. Namun, ketika masalah datang atau kondisi yang tidak baik menimpa, mereka baru sadar dan mulai membaca Alkitab dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya itu, mereka juga mulai mempraktikkan Firman Allah dalam kehidupan mereka.

Kita tidak perlu harus menunggu hal-hal yang tidak baik agar lebih dekat kepada Allah, walau memang harus diakui hal-hal itu adalah alat yang ampuh untuk mempertobatkan manusia. Namun, itu bukan keinginan Allah. Dia rindu kita mencari wajah-Nya setiap hari agar Dia bisa mencurahkan isi hati-Nya. Allah tahu Firman-Nya akan menyelamatkan kita dari kejatuhan dosa dan memberikan kedamaian serta sukacita di hidup ini. Maukah Anda menerimanya hari ini? Kuncinya hanya satu, dengarkan perkataan-Nya dan lakukanlah dalam kehidupan sehari-hari!

Alkitab bukanlah sekedar kata-kata nasihat Allah, tetapi merupakan petunjuk bagi kita di dunia ini yang ingin kebahagiaan dan kemerdekaan.

Read More......
Minggu, 15 November 2009 Posted in | | 0 Comments »

II Timotius 2:1
"Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 70; Ibrani 4; 2 Raja-raja 20-21

Ada sebuah kisah tentang seorang lelaki tua yang pensiun setelah bertahun-tahun bergabung dalam Angkatan darat Inggris. Suatu hari, ada temannya yaitu seorang pria yang mengetahui benar tentang sejarah karier militernya yang panjang dan istimewa itu, berniat untuk mengerjainya.

Saat lelaki tua itu berjalan kaki dengan kedua tangannya yang dipenuhi dengan barang bawaan, temannya yang iseng itu kemudian mengendap-endap mendekati lelaki tua tersebut dan kemudian setelah pria iseng itu berada di belakangnya ia pun berteriak, "Perhatian!" kemudian tanpa ragu sedikitpun, lelaki tua itu langsung merapatkan kedua tangannya di samping tubuhnya dalam posisi siap. Akibatnya, semua barangnya berjatuhan di trotoar. Kemudian tertawalah pria yang iseng itu.

Tanpa sadar, apa yang dilakukan oleh lelaki tua adalah gerakan yang sudah menjadi kebiasaanya saat ia aktif dalam dunia kemiliteran. Sehingga hal itu sudah menjadi kebiasaan bagi dirinya.

Demikian pula, sebagai pengikut Kristus, jika Anda mengatakan bahwa Anda hidup dalam Kristus dan Anda pun aktif dalam kegiatan pelayanan rohani, Anda seharusnya menanggapi segala sesuatu dengan cara yang sesuai dengan pola hidup Anda. Perilaku dan perkataan Anda harus senantiasa selaras dengan teladan hidup Yesus Kristus.

Memang, pada kenyataanya, Anda pasti masih berurusan dengan keinginan-keinginan yang penuh dosa, oleh karena itu Andas perlu mendisiplinkan diri Amda sendiri untuk menjadi orang yang dikehendaki Allah. Seperti halnya prajurit atau atlet yang berlatih (II Timotius 2:3-5), Anda pun berlatih berulang kali sampai kita terbiasa melakukannya dengan benar.

Melalui iman dalam Kristus, Anda adalah anak-anak Bapa Surgawi. Dengan kuasa Roh yang berdiam dalam hati, marilah mengembangkan kebiasaan untuk taat pada Firman Allah. Kemudian dalam setiap situasi kehidupan, Anda akan menyadari bahwa menaati Dia berarti terbiasa melakukan kehendak-Nya dengan benar.

Bila Anda berjalan bersama Kristus setiap waktu Anda akan menjadi semakin serupa dengan-Nya

Read More......
Kamis, 10 September 2009 Posted in | | 0 Comments »

Yohanes 16:33
"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 69; Ibrani 3; Mikha 6-7

Yesus berkata selama Anda hidup di dunia, Anda pasti akan mengalami kesukaran. Tetapi, bukan hanya ada di dalam dunia. Anda ada dalam Yesus di dalam dunia, dan itulah yang membedakannya. Anda ada di dalam Dia dan Dia telah mengalahkan setiap jenis kesukaran yang ada.

Sebagai Anak Allah, Anda bukanlah pihak yang kalah, yang berusaha beroleh kemenangan. Anda adalah pemenang, dan iblis berusaha merampas Anda dari kemenangan yang memang milik Anda.

Ketika Anda menjadikan Yesus sebagai Tuhan, Anda dilahirkan ke dalam kemenangan karena Pemenang itu datang untuk untuk di dalam Anda. Pikirkanlah itu. Yesus yang berkemenangan. Dia yang diurapi. Tuhan yang dimuliakan dan dibangkitkan. Penguasa alam semesta.

Oleh karena itu, bergembiralah! Miliki "sejahtera dan keyakinan sempurna." Itulah Yesus yang hidup di dalam Anda.

Takdir Anda di dalam dunia ini sesungguhnya telah berubah saat Anda mengalami kelahiran baru dalam Kristus, yakni dari seorang pecundang menjadi seorang pemenang


[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Amsal 31:4-5
"Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras. jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 71; Ibrani 5; 2 Tawarikh 33-34

Mulai akhir tahun 1960-an dan awal 1970-an orang berbicara tentang "menemukan diri sendiri", dimana mereka berlomba-lomba mencari tahu suatu cara untuk merasa puas atas diri sendiri. Seperti menjadikan "kebahagiaan" sebagai tujuannya, kepuasan diri diidentikkan dengan hal-hal yang membuat hati senang.

Tetapi, pengembangan pribadi berbeda. Tentu, pada sebagian waktu, pengembangan pribadi akan membuat Anda merasa senang, tetapi itu adalah hasil sampingan, bukan tujuannya. Pengembangan pribadi adalah sebuah panggilan yang lebih tinggi; itu merupakan pengembangan potensi kita sehingga kita dapat menggenapi maksud kita diciptakan.

Ada saatnya pengembangan pribadi memang memuaskan, tetapi pada saat-saat lain tidak demikian. Tetapi, tidak peduli bagaimana itu membangkitkan perasaan kita, pengembangan pribadi selalu mempunyai suatu pengaruh: menarik pada tujuan hidup kita. Seperti yang dikatakan Rabbi Samuel M. Silver, "Mukjizat terbesar adalah bahwa kita tidak perlu mewujudkan masa depan sekarang, tetapi kita dapat memperbaiki diri jika kita menggunakan potensi yang dinamakan Allah dalam diri kita."

Kepemimpinan yang sejati adalah kepemimpinan yang memfokuskan pada peningkatan diri orang itu, bukan keberhasilan yang telah dicapainya


[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Roma 6:12
"Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 72; Ibrani 6; Zefanya 1-3

Anda pernah mendengar Guam? Guam adalah sebuah negara pulau yang terletak di Samudera Pasifik. Daratan Guam ini dipenuhi dengan ular-ular yang menjalar dengan liar.

Ular-ular pohon berwarna yang coklat merayap ke sana kemari, membunuh burung-burung di pulau indah itu juga ular-ular mengancam keselamatan penduduk. Karena kalau tidak hati-hati ular-ular inipun akan membunuh manusia dengan bisanya yang sangat beracun itu. Oleh sebab itu penduduk setempat bermaksud untuk memusnahkan ular-ular tersebut.

Sebenarnya ular-ular tersebut bukanlah berasal dari Guam, melainkan datang sebagai penumpang gelap di sebuah pesawat yang mendarat di Guam dan berasal dari Micronesia dan kemudian ular-ular ini berkembang biak menjadi ribuan jumlahnya.

Ular-ular itu terkenal rakus. Mereka telah menghabiskan 9 dari 11 spesies burung asli di kepulauan tersebut. Di samping itu ular-ular ini juga berbahaya bagi para relasi dagang yang datang ke Guam. Dan tentu saja hal ini akan merugikan kegiatan perdagangan di Guam, karena mereka akan takut datang ke pulau itu.

Seperti ular-ular mematikan itu berbahaya bagi Guam, demikian juga dengan dosa yang berbahaya bagi hidup kita bila kita tidak menghadapinya dengan sungguh-sungguh. Nafsu jahat, percabulan, keserakahan, kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah, kata-kata kotor, dan kebohongan dapat timbul dalam kehidupan orang Kristiani (Kolose 3:5-9).

Seperti ular, dosa dapat bertumbuh, berkembang biak, dan akhirnya menguasai Anda. Dosa juga dapat menghancurkan keefektifan Anda dalam melayani Kristus dan merusak kesaksian kita tentang Dia.

Jalan keluarnya adalah berkata tidak terhadap dosa (Roma 6:12). Bukan hanya itu saja, Anda juga perlu memusatkan perhatian pada Kristus dan firman-Nya, "Pikirkanlah perkara yang diatas, bukan yang di bumi." Kita juga harus mematikan dosa-dosa yang berusaha merasuki kehidupan kita (Kolose 3:2,5,16). Itulah jalan keluar untuk memusnahkan dosa!

Dosa seperti ilalang di kebun, bersihkan mereka atau mereka akan tumbuh semakin liar

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Filipi 2:8
"Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 50; Filipi 1; Yesaya 53-54

Ada seorang gadis muda di Afrika mengunjungi rumah ibu gurunya dan memberikan sebuah hadiah natal kepada ibu gurunya itu. Hadiah itu berupa sebuah kulit kerang yang sangat indah. Ibu guru itupun menerimanya dengan senang hati, lalu kemudian bertanya kepada gadis itu, "Hadiah itu sungguh sangat indah! Dari mana kamu memperoleh kulit kerang ini?" Gadis muda itu pun memberitahu gurunya bahwa kulit kerang seperti itu hanya dapat ditemukan di tepi pantai.

Ibu guru itu merasa sangat terharu karena ia tau persis bahwa gadis itu harus berjalan menuju pantai berkilo-kilo meter jauhnya demi mendapatkan kerang tersebut. Ibu guru itu pun kemudian berkata kepada gadis itu, "Seharusnya kamu tidak perlu berjalan sejauh itu hanya untuk mencari hadiah bagi ibu." Tetapi sambil tersenyum gadis itu menjawab, "Perjalanan jauh itu adalah bagian dari hadiah."

Gadis muda ini, yang lebih bijaksana dari usianya, barangkali tidak mengetahui bahwa ia sedang menyampaikan kebenaran tentang Yesus Kristus. Yesus memberikan hadiah atau anugerah yang indah berupa kehidupan yang kekal kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Anugerah ini mencakup pengampunan atas semua dosa kita, dan kasih Allah yang tidak pernah mengabaikan kita.

Anugerah Yesus Kristus juga dimulai dengan sebuah perjalanan. Dia meninggalkan semarak kemuliaan surga untuk datang ke dunia yang penuh dengan dosa. Dia menjadikan diriNya menjadi manusia dan menyusuri jalan panjang menuju pengorbanan di atas kayu salib. Disanalah Dia menanggung dosa kita dan semua hukumannya.

Mungkin saat ini Anda akan berkata kepada Yesus seperti halnya Ibu guru terhadap gadis muda itu, "AnugerahMu terlalu besar Yesus. Engkau tidak seharusnya melakukan perjalanan sejauh itu dan menanggung semua itu." Dan dengan penuh kasih dan lembut Yesus akan berkata kepada Anda, "Perjalanan itu adalah bagian dari anugerah."

Anugerah terbesar dalam hidup ini adalah ketika Tuhan mengangkat Anda menjadi anak-Nya

[ Sumber : Jawaban.com ]

Read More......
Rabu, 19 Agustus 2009 Posted in | | 0 Comments »

Bilangan 14:6-8,10
"Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.. Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 49; Titus 3; Yesaya 51-52

Selama masa-masa permulaannya, sebuah impian adalah sesuatu yang sangat rapuh. Seperti yang dikatakan seorang ahli kepemimpinan, Bob Biehl, "Impian-impian seperti gelembung-gelembung sabun yang mengapung dekat dengan batu-batu karang bergerigi tajam pada hari yang sangat berangin."

Impian-impian baru memang rapuh karena kita belum mempunyai waktu untuk mengizinkannya bertumbuh atau berkembang. Saat sebatang benih pohon ek baru berumur satu tahun, seorang anak kecil dapat mencabutnya sampai ke akar, tetapi jika benih itu mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh lama dan menjadi kokoh, bahkan angin badai tidak dapat menumbangkannya.

Impian-impian baru Anda juga lebih mudah ditumbangkan jika impian-impian itu diserang biasanya oleh orang-orang terdekat karena merekalah satu-satunya orang yang tahu tentang impian-impian tersebut. Harapan-harapan dan keinginan-keinginan kita mungkin sanggup menanggung kritik seorang asing, tetapi semua itu sukar bertahan saat diremehkan oleh seorang sahabat.

Usaha Anda untuk mewujudkan mimpi Anda memperlihatkan kerinduan Anda yang sebenarnya akan tergenapinya mimpi tersebut

[Sumber : Jawaban.com ]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Galatia 5:13
"Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 48; Titus 2; Yesaya 49-50

Kebebasan. Siapa yang tidak ingin mengalami kebebasan, siapa pun dia baik itu orang kaya atau pun orang miskin, orang pintar atau orang bodoh, tidak ada yang mau hidup dalam kekangan atau keterikatan, semuanya ingin bebas merdeka. Namun, demikian kebebasan akan menjadi berbahaya apabila berada di tangan orang-orang yang tidak tahu bagaimana menggunakannya. Itulah sebabnya kawat duri, jeruji baja, dan tembok beton digunakan untuk mengurung para pelaku kriminal. Atau coba kamu bayangkan bila api unggun dibiarkan menyala di hutan kering, maka segera saja hutan itu akan menjadi lautan api. Kebebasan yang tidak diawasi dapat menimbulkan kekacauan.

Tidak ada orang yang lebih nyata dalam kehidupan Kristen. Orang-orang percaya dilepaskan dari kutukan yang mendatangkan maut, mereka semua juga bebas dari hukuman dan tekanan rasa bersalah. Ketakutan, kecemasan dan rasa bersalah yang selama ini mereka alami telah digantikan oleh kedamaian, pengampunan, dan kemerdekaan. Siapakah yang lebih bebas daripada orang yang jiwanya telah dibebaskan? Namun harus kita akui dengan jujur, bahwa justru disinilah kita seringkali gagal. Kita menikmati kebebasan untuk hidup seenaknya atau menganggap apa yang Allah percayakan sebagai milik pribadi. Kita terjebak dalam hidup yang hanya menyenangkan diri sendiri, khususnya dalam masyarakat yang makmur.

Cara yang tepat untuk menggunakan kebebasan adalah melayani sesama dengan "iman yang bekerja oleh kasih" (Galatia 5:6, 13). Ketika kita bersandar pada Roh Kudus dan mencurahkan tenaga dalam mengasihi Allah dan menolong orang lain, perbuatan daging yang menghancurkan akan dikendalikan Allah (ayat 16-21). Karena itu, marilah selalu menggunakan kebebasan untuk membangun, bukan untuk menjatuhkan.

Seperti halnya api yang menyala-nyala yang dapat membakar apa saja yang didekatnya, maka kebebasan tanpa batas sangatlah berbahaya. Tetapi jika Anda mampu mengontrol kebebasan tersebut, maka akan jadi berkat bagi banyak orang.

Kebebasan tidak memberi hak untuk melakukan apa yang menyenangkan Anda, melainkan melakukan yang menyenangkan Allah

[ Sumber : Jawaban.com ]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

2 tawarikh 27:6
Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 7; Matius 7; 2 Raja-Raja 5-6

Tidak ada seorang pun yang suka jika dirinya disebut lemah. Semua orang ingin menjadi kuat. Waktu kita kuat (memiliki kapasitas yang besar), kita dapat melakukan banyak hal, mulai dari jalan-jalan, angkat-angkat, lompat-lompat, apalagi main futsal. Tapi kalau badan kita lemah (memiliki kapasitas yang kecil), kita tidak bisa melakukan banyak hal yang membutuhkan banyak energi. Bayangkan orang sakit yang terbaring lemah, terkulai dan tak berdaya. Kita tidak mungkin bisa meminta pertolongan kepada orang-orang seperti itu bukan?

Ada berbagai macam cara untuk menjadi kuat. Dalam teks bahasa Inggris (NIV), ayat di atas berbunyi demikian: ‘Jonathan grew powerful because he walked steadfastly before the LORD his GOD'. Kunci yang membuat Yotam menjadi kuat adalah karena ia berjalan dengan setia terhadap Tuhan, Allahnya. Kesetiaan akan membuat Anda menjadi kuat. Kesetiaan kita terhadap Tuhan dan firman-Nya akan membuat kita menjadi kuat. Ingat, kesetiaan merupakan cara kita menikmati kesetiaan Tuhan di dalam hidup kita.

Yeremia 1:19 mengatakan, ‘Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan egkau, demikianlah firman Tuhan'. Kita kuat karena kita melekat (menempel) dengan Tuhan yang kuat, seperti sebatang lidi menempel pada sebatang besi. Itulah arti kata ‘menyertai'.

Dengan begitu kita, orang-orang yang terus-menerus menempel dengan Tuhan merupakan orang-orang yang tidak dapat dikalahkan. Telah terbukti, banyak orang yang kaya, memiliki popularitas dan kekuasaan, tetapi mudah dikalahkan oleh hawa nafsu, kekecewaan, ketakutan dan keputusasaan. Popularitas, kekayaan dan kekuasaan bersifat sementara. Kita bisa kehilangan segalanya dalam hitungan menit, atau bahkan detik. Namun, kita tidak akan pernah bisa kehilangan Tuhan Yesus kecuali jika kita yang meninggalkan Tuhan.

Seperti apa yang tertulis di dalam Roma 8:35, ‘Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?'.

Mengandalkan kekuatan sendiri sama halnya dengan membuang air di dalam gelas ketika Anda sedang dahaga. Tanpa Tuhan apapun yang Anda lakukan sia-sia.

Sumber : Ps. Ferry Felani, S.Th. Pastor of City Gate Apostolic Community

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Jumat, 10 Juli 2009 Posted in | | 0 Comments »

Mazmur 15:5
Yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 6; Matius 6; 2 Raja-Raja 3-4

Peristiwa ini terjadi beberapa tahun yang lalu di Hong Kong. Saat itu di setiap penjuru kota di Hong Kong dipenuhi dengan poster-poster bergambar setetes air yang memercik ke sebuah kolam. Di setiap poster yang ada menampilkan kata-kata yang berbunyi, "Hong Kong Menentang Korupsi". Pesan itu sangat jelas, karena masyarakat Hong Kong tidak mau mengalami kesusahan akibat adanya tindakan korupsi itu. Tidak adanya integritas maupun ketidakjujuran dapat menyebar ke seluruh penjuru kota dan dapat mempengaruhi satu orang setiap waktu. Untuk itulah mereka menentang setiap tindakan yang dapat merugikan masyarakat.

Memang mudah untuk berkompromi dengan hal-hal kecil yang tampaknya tidak membawa pengaruh besar di tengah masyarakat. Kita sering berpikir, "Mengapa saya tidak seperti yang lain, mengubah fakta, merekayasa laporan keuangan, atau mengerjakan proyek pribadi pada jam kerja seperti yang dilakukan orang lain? Mungkin kita berkata, "Saya hanya sebagian kecil dari mereka, bagaikan setetes air di dalam ember!" Tepat! Namun, setiap tetes akan sangat menentukan isi ember itu pada akhirnya.

Dalam Mazmur 15:1 Daud bertanya, "Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?" Jawabannya terdapat dalam ayat 2 dan 5, yang menggambarkan seseorang yang terhormat, yang memiliki hubungan akrab dengan Allah. Perhatikan bagaimana orang tersebut berperilaku, bekerja dan berkata-kata: tidak bercela, adil dan benar (ayat 2). Camkanlah bahwa orang yang berintegritas tidak akan menyebarkan fitnah atau menerima suap (ayat 3,5). Seperti keteguhan orang itu: "Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya" (ayat 5).

Apakah artinya bagi keluarga Anda, lingkungan Anda, bahkan kota Anda, bila Anda hidup dengan integritas yang sesuai dengan pimpinan Allah? Mari kita melakukannya! Tiap tetes berharga.

Sesungguhnya setiap karya Anda mungkin bagaikan setetes air tapi tetesan air itulah yang akan mewarnai dunia ini dengan kebenaran.

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

2 Korintus 5:7
Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 5; Matius 5; 2 Raja-Raja 1-2

Pernahkah Anda mengingat bagaimana Allah menjawab doa-doa Anda pada saat Anda berdoa? Kadang-kadang Allah menjawab doa Anda dengan cara yang mengagumkan, tetapi Dia tidak ingin kita selalu mengharapkan terjadinya sebuah mukjizat yang dapat kita saksikan seketika itu juga. Itulah sebabnya mengapa Yesus menegur secara halus seorang pegawai istana yang datang kepadanya dan memohon agar Yesus mau datang untuk menyembuhkan anaknya yang sedang sakit parah (Yohanes 4:48). Yesus menanggapi permohonan tersebut hanya dengan berkata, "Pergilah, anakmu hidup!" (ayat 50). Mendengar hal itu sang ayah dengan segera mempercayai kata-kata Yesus. Bukti dari iman pegawai istana itu tampak nyata saat ia secara spontan tanpa bertanya-tanya lagi, mentaati perintah Kristus yang sederhana itu dan langsung pulang.

Setibanya di rumah, pegawai istana itu menjumpai bahwa anaknya telah sembuh sehari sebelumnya. Dari keterangan para pembantunya, ia tahu bagaimana dan kapan hal itu terjadi. Anaknya itu sembuh tepat pada saat Yesus berkata: "Anakmu hidup" (ayat 50-53).

Kadangkala kita takjub dengan pengaturan waktu Allah yang begitu sempurna dan campur tangan-Nya yang luar biasa ketika Dia mendengar dan menjawab doa kita. Kita harus berhati-hati supaya tidak terlalu menantikan mukjizat yang justru dapat membuat kita melupakan si Pembuat mukjizat itu. Kita harus tetap mengarahkan diri kita secara penuh kepada Yesus Kristus, tak peduli apakah kita akan mengalami suatu mukjizat atau tidak. Cepat atau lambat kita akan percaya kepada Allah sementara menanggung penyakit, dukacita, atau kekecewaan. Pada saat itulah kita dapat hidup karena percaya, bukan karena melihat.

Percaya berarti melihat apa yang tidak dapat dilihat oleh mata.

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

1 Yohanes 5:3
Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 4; Matius 4; 2 Tawarikh 20-21

Ketika tiba saatnya untuk mengungkapkan perasaan kita, hanya sedikit dari kita yang lebih jujur dari anak-anak. Seorang ayah mengalami kesulitan untuk membuat anaknya patuh kepadanya. Ketika anak itu ditanya mengapa ia tidak mentaati ayahnya, ia menjawab, "Ayah, saya tidak ingin melakukannya!"

Sebagai orang Kristen, banyak di antara kita tidak sejujur anak itu. Kita sering mengungkapkan banyak alasan saat tidak taat pada kehendak Allah, padahal alasan yang sebenarnya karena kita tidak ingin melakukannya.

Ada seorang teman yang menikah dengan orang Jerman dan harus meninggalkan Indonesia untuk ikut dengan isterinya. Ketika keluarga mereka tinggal di Berlin Barat, teman saya mulai mengabaikan kebiasaan membaca Alkitab dan berdoa. Alasannya ia tidak punya waktu untuk itu. Ketika akhirnya mereka pindah ke Swiss dan pada kenyataannya waktu yang dimilikinya lebih banyak, ternyata untuk membaca Alkitab dan berdoa secara teratur pun tetap tidak dilakukannya.

Pada akhirnya ketika ia membuka Alkitab, ayat yang dibacanya adalah 1 Yohanes 5:3 yang berbunyi, "Inilah Inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perinyah-Nya." Setelah membaca ayat tersebut, ia pun menyesali sikapnya yang telah lama mengabaikan Tuhan. Dia mengatakan bahwa pada saat itu Tuhan memenuhi hatinya yang hampa dengan kasih pengampunan-Nya. Sejak saat itu, membaca Alkitab dan berdoa menjadi kegemarannya. Kasihnya kepada Tuhan yang telah diperbaharui membuat dirinya dan keluarganya ingin melakukan kehendak-Nya lebih daripada melakukan kehendaknya sendiri.

Apakah Anda mengetahui kehendak Allah bagi Anda? Apakah Anda mengasihi-Nya dan ingin melakukan kehendak-Nya?

Sikap hati yang mengasihi Allah adalah inti dari ketaatan Anda terhadap segala perintah-Nya.

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

Matius 25:40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 16; Galatia 5; 2 Tawarikh 4-5

Suatu ketika saya naik bis. Hujan yang sangat deras dan kondisi bis yang sudah tidak begitu baik membuatnya bocor. Salah satu tempat yang bocor tepat berada di atas bahu seorang anak SD. Dia tidak bisa berdiri atau bergeser karena bis penuh sesak. Seorang mahasiswi yang berdiri di sebelah anak itu melakukan sesuatu yang menurut saya tidak terpikir oleh kebanyakan orang di bis itu, termasuk saya. Ia menadahkan tangannya di tempat yang bocor sehingga air yang menetes dari atap bis tidak mengenai anak itu. Saya berpikir dalam hati, seandainya saya berdiri di tempat mahasiswi itu berdiri, akankah saya melakukan hal yang sama?

Kita sering kurang peka dan kurang perduli terhadap keadaan orang lain. Kita terlalu sibuk memikirkan keadaan diri sendiri, apalagi jika kita berada dalam ketidakberdayaan atau situasi sulit. Dalam perjalan maut-Nya ke Golgota, Yesus masih sempat menghibur para wanita Yerusalem yang menangis. Ketika berada di ujung kematian, Dia justru mendoakan orang-orang yang menyebabkan penderitaan-Nya, padahal tidak ada penderitaan yang melebihi derita-Nya! Sesungguhnya, tidak susah melakukan kebaikan kecil, hanya dibutuhkan kemauan dari dalam diri kita untuk melakukan hal tersebut. Jika untuk kebaikan kecil saja kita enggan melakukannya, bagaimana kita bisa menjadi saluran berkat bagi kehidupan orang lain?

Seberapa pun kecilnya, tetaplah lakukan kebaikan karena Anda takkan pernah tahu dampak yang ditimbulkannya bagi kehidupan orang lain.


[Sumber : Jawaban.ocm]

Read More......
Senin, 15 Juni 2009 Posted in | | 0 Comments »

Pengkhotbah 3:11
Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 5; Yohanes 15; 1 Tawarikh 23-24

Dalam dunia usaha kita mengenal istilah Just In Time (JIT), yaitu sebuah sistem persediaan yang menekankan kepada perencanaan waktu dalam mengatur tersedianya barang sehingga tidak menimbulkan adanya penumpukan persediaan. Adanya sistem ini diyakini dapat membantu menekan biaya, terutama biaya penyimpanan, sehingga margin yang diperoleh dapat semakin tinggi.

Pelaksaan Just In Time tentunya sangat terkait erat dengan perencanaan waktu. Keterlambatan penerimaan maupun pengiriman barang dapat berakibat berhentinya siklus produksi. Dengan demikian ketepatan waktu menjadi suatu indikator penting dalam penerapan sistem ini.

Berbicara mengenai tepat waktu, sering kali para profesional menjadi sedemikian sibuknya sehingga terkadang mengabaikan pentingnya menepati waktu. Betapa sering sebuah rapat menjadi tertunda karena menunggu kedatangan seseorang yang diharapkan datang on time namun ternyata terlambat.

Saya tertarik dengan sebuah perkataan yang berbunyi demikian, "Early is on time, on time is late, late is unacceptable". Perkataan tersebut mencoba menekankan pentingnya menepati janji dengan mengatakan bahwa datang on time sebenarnya dapat berarti kita sudah terlambat, dan hal tersebut tidak dapat ditoleransi.

Seandainya kita berbicara mengenai menepati janji dan tepat waktu, saya percaya bahwa ada satu pribadi yang dapat menjadi teladan bagi para profesional muda, yaitu Yesus sendiri. Ia tidak pernah terlampau cepat, Ia tidak pernah terlambat. Ia selalu menepati janji-Nya.

Waktu Tuhan selalu sempurna dalam hidup kita.

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Minggu, 14 Juni 2009 Posted in | | 0 Comments »

Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 14; Galatia 3; 1 Raja-Raja 9-10

Orangtua yang mengisi hidupnya dengan terus-menerus bekerja seringkali hanya punya waktu untuk keluarga pada waktu week end (itu pun kalau tidak ada janji). Namun, bisakah satu hari melunasi kekurangan hari yang dijalani sepanjang minggu? Orangtua yang demikian hanya berusaha mencukupi kebutuhan jasmani anak. Bercanda, bermain bersama, bersenda gurau hampir tidak pernah dirasakan oleh anak yang orangtuanya workaholic.

Apakah Anda termasuk golongan ini? Mereka yang termasuk golongan ini hanya memenuhi kebutuhan hidup duniawi. Memang kebutuhan duniawi harus dipenuhi, jika tidak kehidupan keluarga akan berjalan tidak seimbang. Supaya seimbang, orangtua perlu memperhatikan aspek rohani dalam kehidupan keluarganya. Perhatian dan canda bersama anak dan isteri merupakan hal yang sangat indah.

Jika Anda masuk golongan pekerja minded, Anda tak ubahnya orangtua daging. Orangtua daging hanya menanam kesia-siaan. Anda tentunya tidak mengharapkan jerih payah, tetesan keringat yang Anda keluarkan hanya berbuah kesia-siaan. Sebaliknya, pemenuhan kebutuhan rohani dan jasmani yang selaras akan menghasilkan kebahagiaan. Keluarga yang tidak sia-sia adalah keluarga yang tidak menanam daging. Pilihan ada di tangan Anda, sepertinya pintu kebahagiaan masih terbuka, dan entah kapan pintu itu akan tertutup.

Kasih yang murni lahir dari kesadaran untuk berkorban dan memberikan yang terbaik.

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »

1 Timotius 6:9
Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 6; Yohanes 16; 1 Tawarikh 25-26

Situasi keuangan yang tidak menentu sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda-tanda akan usai. Amerika Serikat jelas sudah memasuki gerbang resesi. Dunia mau tidak mau mengikutinya. Akibat inflasi dan imbal hasil investasi yang mayoritasnya negatif, uang Anda sekarang ini rasanya kian cepat habis digerogoti.

Untuk manager keuangan yang harus menjaga baik-baik cadangan dana perusahaan lewat hedge funds dan semacamnya, serta Anda yang tidak mempermasalahkan berinvestasi saham, opsi saham, ataupun hal-hal ‘tak berwujud' lainnya yang masih dipertanyakan sebagian umat Kristen, situasi sekarang sangat menuntut kewaspadaan. Gegabah, rakus, atau pongah sedikit saja, bisa membuat Anda mati (1 Timotius 6:9).

Sementara perekonomian berfluktuasi setiap detik, keputusan yang kita ambil tentang uang harus secepat kilat, sementara kita dituntut untuk tetap bijak. Uang memang tidak boleh menjadi tujuan yang harus dikejar, tetapi bukan berarti kita boleh sembrono mengelola harta.

Tokoh Alkitab yang dikenal karena kebijaksanaannya, tanpa Anda harus berpikir lama-lama, adalah Salomo. Tentunya bukanlah kebetulan jika raja ini pun bertangan dingin untuk urusan berinvestasi. Membaca saran-saran beliau, sekaligus membayangkan mengapa ia berkeluh kesah tentang ‘segala sesuatu yang sia-sia' tentunya jauh lebih berarti daripada sekedar mengamati harga saham menit demi menit untuk mereguk untung segera. Jangan terjebak dalam keinginan Anda untuk mendapatkan uang yang banyak dalam waktu singkat.

Dalam dunia yang serba cepat, yang bertahan bukanlah keputusan yang instan melainkan keputusan yang disertai kebijaksanaan.

[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Jumat, 12 Juni 2009 Posted in | | 0 Comments »

Matius 18:21-22
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Bacaan Alkitab setahun: Amsal 13; Galatia 2; 1 Raja-Raja 7-8

Ingatkah kamu ketika...? Itulah sebuah pertanyaan yang sering kita dengar saat kita menghadiri sebuah reuni, mengenang moment-moment saat masih bersama dengan teman ataupun kerabat setelah lama tak berjumpa. Dan seringkali tepat di tengah-tengah ingatan akan masa lalu, tiba-tiba tanpa dapat dihindarkan lagi kita terbentur pada sebuah kenangan yang sebenarnya lebih baik dilupakan.

Tiba-tiba, nyeri itu kembali menyerang. Kecaman dan kata-kata yang menyakitkan, janji yang diingkari, penolakan, kekecewaan, sakit hati... Apakah yang seharusnya kita lakukan dengan kenangan-kenangan seperti itu? Kita dapat melupakannya. Malah sebenarnya, kita harus melupakannya. Dan hanya ada satu cara untuk melakukannya - yaitu melalui pengampunan.

Mengampuni seseorang terdengar seperti hal yang sederhana. Namun sedikit dari kita yang sungguh-sungguh melakukannya. Seringkali kita memandang pengampunan seolah-olah hanya merupakan salah satu pilihan tambahan dari kehidupan. Padahal pengampunan adalah tuntutan dasar bagi setiap orang percaya. Malah sebenarnya, tidak mengampuni justru merupakan tindakan orang fasik.

Dalam Matius 18, Yesus menuturkan sebuah perumpamaan yang melukiskan akibat buruk dari perbuatan yang tidak mengampuni. Perumpamaan itu melibatkan seorang hamba yang berutang kepada tuannya sejumlah jutaan dolar. Ketika waktu pembayaran tiba, dia memohon kepada tuannnya, "Tuan, bersabarlah kepadaku dan aku akan melunasi semuanya." Tuannya berbelaskasihan sehingga dia melupakan seluruh utang itu!

Segera setelah itu, hamba yang sama mencari seseorang yang berutang kepadanya 15 dolar. Mengetahui bahwa orang tersebut tidak sanggup membayar, sang hamba tanpa berbelaskasihan mengabaikan permohonan orang itu dan menjebloskannya ke dalam penjara. Ketika tuannya mendengar itu, dia sangat gusar. Dia memanggil hamba yang jahat itu dan menyerahkannya kepada para penyiksa sampai dia melunasi semua utangnya.

Simak kembali jumlah utang yang menjadi pangkal permasalahan. 15 dolar! Kebanyakan utang-utang kecillah yang sering membuat kita tersandung. Kejengkelan sepele antara suami dan isteri, antara saudara dan orang lain yang kita kasihi. Berhati-hatilah! Itulah jenis utang yang digunakan iblis untuk menyiksa Anda. Bagaimanapun, Yesus melunasi segunung utang bagi Anda. Anda dapat menjadi dermawan dengan berbelaskasihan dan mengabaikan utang-utang orang lain yang sangat kecil.

Luangkanlah waktu dengan Roh kudus, dengan mengizinkan Dia menyingkapkan sikap tidak suka mengampuni di dalam diri Anda. Jadi, bertobatlah dan lepaskanlah itu. Jadikanlah setiap moment lebih daripada sekedar suatu waktu untuk mengingat, namun jadikanlah sebagai waktu untuk melupakan kesalahan orang lain.

Sebesar apapun kesalahan orang lain terhadap Anda tidak akan pernah sebanding dengan pengampunan yang telah diberikan Tuhan dalam hidup Anda.


[Sumber : Jawaban.com]

Read More......
Posted in | | 0 Comments »


Bacaan hari ini: Markus 3:13-19
Ayat mas hari ini: Markus 3:14
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-raja 15-17

Anak bungsu saya, Sofie, masih berumur lima bulan. Saya tidak mengerti celoteh yang sering ia gumamkan. Saya yakin Sofie juga belum mengerti cerita dan kata-kata yang saya ucapkan kepadanya. Namun, entah bagaimana saya merasakan bahwa kami dapat berkomunikasi. Lewat pandangan mata, sentuhan, senyuman, dan tawa, kami berbagi cinta dan perasaan. Yang kami perlukan adalah waktu untuk bersama. Dalam kebersamaan itu, banyak hal terjadi. Sebagai orangtua, salah satu tugas saya yang terpenting adalah untuk ada bersama-sama dengan Sofie.

Ketika Yesus memanggil murid-murid, Dia mengharap agar mereka menyertai Dia (NIV: to be with Him) dan memberitakan Injil, serta mengusir setan-setan (ayat 14,15). Kita kerap tidak memahami bahwa salah satu tugas yang diberikan Yesus adalah untuk menyertai Dia, untuk bersama-sama Yesus ke mana pun Yesus pergi, sehingga mereka mengenal-Nya. Dengan mengenal-Nya, mereka percaya. Dengan percaya, mereka mengasihi-Nya. Dan dengan mengasihi-Nya, mereka taat pada-Nya. Hidup bersama-Nya dan mengasihi-Nya adalah sesuatu yang sangat diinginkan dan diharapkan Yesus dari kita.

“Bersama Yesus” dapat dilakukan dengan memberi waktu untuk mendengar dan berbicara dengan-Nya melalui pembacaan firman dan doa. Ada yang merasa bahwa dengan memberi uang, sudah cukup baginya menjalin relasi dengan Tuhan. Yang lain beranggapan kegiatan rohani yang padat merupakan ekspresi kedekatan dengan Tuhan. Namun, tugas penting kita sebagai murid adalah menjalin hubungan pribadi bersama-Nya. Lewat kebersamaan inilah lahir kemurahan dan kebaikan untuk dibagi pada sesama.

BERSAMA-SAMA YESUS ADALAH SEBUAH TUGAS DAN PANGGILAN


Sumber: [Denni Boy Saragih]--[www.renunganharian.net].

Read More......
Kamis, 11 Juni 2009 Posted in | | 0 Comments »

Terlalu sibuk??? Justru harus berdoa…

“apakah sudah tiba bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik sementara Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (Hagai 1:4)

Ketika kita bekerja – dalam hal apapun – kita sedang melakukan sesuatu dalam kapasitas kita yang sangat terbatas. Tetapi ketika kita berdoa, Allah sedang memakai kita untuk melakukan perkara besar yang melampaui keterbatasan itu.

Terlalu sibuk? Justru harus berdoa… adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh Bill Hybels untuk mengingatkan orang percaya bagaimana mendisiplin diri untuk berdoa.

Ditengah kesibukan dan rutinitas yang sedang saya jalani akhir2 ini, Tuhan tiba-tiba mengingatkan saya kepada buku ini dan semakin mempertegasnya dalam Hagai 1:4. Saya kemudian sadar, bahwa kesibukan telah banyak menyita waktu saya, termasuk waktu special bersama Tuhan.

Firman Tuhan, “apakah sudah tiba bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik sementara Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?” (ayat 4)

Sederhana saja, saya menangkap teguran Tuhan, dan Roh Kudus menjelaskan maksudnya dalam hati saya bahwa Tuhan sedang mengingatkan saya untuk kembali membangun Rumah-Nya yaitu diri saya yang adalah bait Allah (I Korintus 3:17) dari pada terlalu sibuk dengan pekerjaan yang – sebenarnya - tujuannya hanya untuk membentuk kepuasan dan kebanggaan diri sendiri terhadap hasil pekerjaan itu kelak.

Saya sempat berkata dalam hati “Tuhan, bukankah yang sementara saya kerjakan adalah bagian dari pelayanan pekerjaan-Mu?” Tetapi Tuhan berkata “anakku, engkau sama dengan Marta yang sangat sibuk melayani. Alangkah baiknya jika engkau seperti Maria yang lebih memilih untuk duduk dan mendengar perkataan-Ku (Lukas 10:38-42)

Kesibukan dan rutinitas yang padat dalam pelayanan adalah hal yang baik. Namun tanpa persekutuan pribadi dengan Tuhan, kita akan sama dengan "reruntuhan Bait Allah" yang tidak memiliki kekuatan sehingga tinggal menunggu waktu untuk letih dan jenuh...

Saya seperti terbius oleh kesibukan dalam pekerjaan dan menganggap itu sangat menyenangkan hati Tuhan. Tanpa disadari bahwa ternyata hal itu telah membuat saya kehilangan waktu pribadi bersama Dia.

Ternyata diri kita sebagai bait Allah tidak dapat dibangun hanya dengan rutinitas dalam pelayanan, tetapi dengan hubungan pribadi dan persekutuan bersama Tuhan.

Mari mengutamakan Tuhan lebih dari apapun dan bangunlah dirimu sebagai bait Allah yang kudus dengan banyak menyiapkan waktu pribadi bersama dengan Tuhan. (PN)-(renungan.com)

God Bless you..


Read More......
Minggu, 17 Mei 2009 Posted in | | 0 Comments »

MG Radio

www.MGradio.org
Powered by www.mgradio.org

 

SEKOLAH ALKITAB GRATIS !!!

SEKOLAH ALKITAB GRATIS !!!